Selasa, 07 Januari 2014

PENGKAJIAN INFEKSI SALURAN KEMIH

A.     Pengkajian
1.      Pemerikasaan fisik: dilakukan secara head to toe dan system tubuh
2.      Riwayat atau adanya faktor-faktor resiko:
-        Adakah riwayat infeksi sebelumnya?
-        Adakah obstruksi pada saluran kemih?
3.      Adanya factor yang menjadi predisposisi pasien terhadap infeksi nosokomial.
-        Bagaimana dengan pemasangan kateter foley?
-        Imobilisasi dalam waktu yang lama.
-        Apakah terjadi inkontinensia urine?
4.      Pengkajian dari manifestasi klinik infeksi saluran kemih
-        Bagaimana pola berkemih pasien? untuk mendeteksi factor predisposisi terjadinya ISK pasien (dorongan, frekuensi, dan jumlah)  
-        Adakah disuria?
-        Adakah urgensi?
-        Adakah hesitancy?
-        Adakah bau urine yang menyengat?
-        Bagaimana haluaran volume orine, warna (keabu-abuan) dan konsentrasi urine?
-        Adakah nyeri-biasanya suprapubik pada infeksi saluran kemih bagian bawah
-        Adakah nyesi pangggul atau pinggang-biasanya pada infeksi saluran kemih bagian atas
-        Peningkatan suhu tubuh biasanya pada infeksi saluran kemih bagian atas.
5.      Pengkajian psikologi pasien:

-        Bagaimana perasaan pasien terhadap hasil tindakan dan pengobatan yang telah dilakukan? Adakakan perasaan malu atau takut kekambuhan terhadap penyakitnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar