Rabu, 18 Desember 2013

CONTOH RESUME POLIKLINIK KEPERAWATAN JIWA



Resume Poliklinik


Tanggal Pengkajian : 04-04-2003
Inisial klien HS, jenis kelamin laki-laki, umur 32 tahun, Pekerjaan wiraswasta , alam BTP Blok D nomor 622, Saat dibawah ke poliklinik pasien diikat didalam mobil anamnese dilakukan aloanamnese didapat dari : Tn. IS, umur 40 tahun  hubungan dengan klien kaka ipar, klien mengamuk di rumah  dialami sejak satu minggu yang lalu, saat mengamuk klien suka memukul orang yang mendekatinya, kl.ien pernah menelan paku di rumah,  menurut isteri klien sebelumnya klien kalah taruhan, Klien lebih banyak menutup matanya, kadang membuka dengan tatapan mata yang melotot, klien nampak tegang dan gelisah, afek labil, klien tidak mau bicara dengan orang lain, kadang-kadang klien berterik sambil menggerakan badannya, klien kurang taat beribadah, klien anak ker 2 dari 3 bersaudara.

Pohon Masalah


Masalah  Keperawatan :
  1. Resiko mencederai diri, orang lain, dan lingkungan
  2. Perilaku kekerasan
  3. Harga diri rendah
  4. Koping keluarga tidak efekif :  ketidakmampuan  keluarga merawat klien di rumah.

Diagnosa Keperawatan :
  1. Resiko mencederai diri,  orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan
  2. Perilaku kekerasan berhubungan dengan harga diri rendah
  3. Ketegangan pemberi perawatan  berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat klien di rumah;
Rencana tindakan keperawatan :
Diagnosa Keperawatan I:
Resiko mencederai   diri, orang lain   dan lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan
Tujuan Umum :
Klien tidak mencederai  orang lain
Tujuan khusus:
I. Manajemen perilaku kekerasan:
  1. Klien dapat  penyebab perilaku kekerasan
  2. Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan
  3. Klien dapat mengidentifikasi  cara yang konstruktif  dalam berrespon terhadap kemarahan
  4. Mendapat dukungan  keluarga dalam mengontrol perilaku
  5. Menggunakan obat dengan benar.
II. Pada saat terjadi perilaku kekerasan:
  1. Klien mendapat perlindungan  dari lingkungan untuk mengontrol  perilaku kekersan.
Rencana Tindakan keperawatan :
1.1. Bina hubungan saling percaya
            1.1.1. Salam terapetik dan empati
            1.1.2. Perkenalan
            1.1.3. Jelaskan tujuan interaksi
            1.1.4. Ciptakan lingkungan yang tenang
            1.1.5. Buat kontrak yang jelas
1.2.Beri kesempatan kepada klien  untuk mengungkapkan perasaannya
1.3.Bantu klien untuk mengungkapkan penyebab  (orang lain, situasi, diri sendiri)perasaan jengkal/kesal

2.1. Bicarakan akibat/kerugian  dari cara yang digunakan klien
2.2. Bersama klien menyimpulkan  akibat cara yang digunakan klien
2.3. tanyakan pada klien “Apakah ia ingin mempelajari cara baru  yang sehat?”

3.1.Tanyakan pada klien, “ Apakah ia mengetahui cara lain yang sehat ?”
3.2. Berikan pujian jika klien  mengetahui cara lain yang sehat
3.2.1. Secara fisik : tarik nafas dalam  jika sedang kesal,  atau memukul bantal/kasur,  atau olahraga, atau pekerjaan yang memerlukan tenaga.
3.2.2. Secara verbal katakan bahwa  anda sedang kesal/ tersinggung/jengkel “Saya kesal, anda berkata seperti itu “ saya marah karena mama tidak memenuhi keinginan saya “
3.2.3. Secara sosial latihan dalam kelompok  cara-cara marah yang sehat, latihan asertif
3.2.4. Secara spiritual sembahyang, berdoa,  atau ibadah lain, meminta pada Tuhan  untuk diberi kesabaran.
4.1. Buat kontrak dengan keluarga saat saat membawa klian dirawat dirumah sakit
4.1.1. Pertemuan rutin dengan perawat
4.1.2. Pertemuan keluarga-keluarga
4.2. Bantu keluarga mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
4.2.1.Siapa yang dapat merawat klien
4.2.2. Fasilitas yang dimiliki keluarga di rumah
4.3. Jelaskan cara-cara merawat  klien pada keluarga
4.4. Latih keluarga cara-cara merawat klien di rumah termasuk obat.

5.1. Jelaskan dan tunjukan  obat yang harus diminum klien pada klien dan keluarga
5.2. Diskusikan manfaat minum obat  dan kerugian berhenti  obat tanpa izin dokter
5.3. Jelaskan prinsip benar minum obat : baca nama yang tertera, baca disisnya, baca waktu memakannya,  baca caranya minum.
5.4. Anjurkan klien minta obat dan minum obat  tepat waktu
5.5. Anjurkan klien melapor pada perawat/dokter  jika merasakan efek yang tidak menyenangkan
5.6. Beri pujian jika klien minum obat dengan benar

II. Pada saat terjadi perilaku kekerasan :
            Bicara tenang, gerakan tidak terburu-buru, nada suara rendah
            Jika harus dilakukan pembatasan gerak
            Jangan dilakukan sendiri, minimal ada 2 atau 3 orang  satu orang jadi leader
            Bicara pada klien sesuai protocol pengekangan/pembatasan gerak.
Hasil yang diharapkan:
Pada Klien :
  1. Klien mampu menggunakan cara yang sehat jika kesal/jengkel  (fisik, verbal, sosial, spiritual )
  2. Klien tidak melakukan perilaku kekerasan
  3. klien menggunakan obat dengan benar
  4. Klien mampu melakukan kegiatan  sehari-hari
Pada Keluarga :
  1. Keluarga mampu merawat klien
  2. Keluarga mengetahui kegiatan yang perlu  klien lakukan  di rumah
  3. Keluarga mengetahui cara pemberian obat dengan benar dan waktu follow up.

Implementasi tanggal 04 April 2003
. Buat kontrak dengan keluarga saat saat membawa klian dirawat dirumah sakit
4.1.1. Pertemuan rutin dengan perawat
4.1.2. Pertemuan keluarga-keluarga
4.2. Membantu keluarga mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
4.2.1.Siapa yang dapat merawat klien
      Menanyakan kepada keluarga  siapa yang dapat merawat klien?
4.2.2. Fasilitas yang dimiliki keluarga di rumah
4.3. Menjelaskan cara-cara merawat  klien pada keluarga
      “Ibu Y Supaya Bapak tidak mencederai dirinya, orang lain dan lingkungan sekitar  alangkah baiknya bapak dirawat di RS,karena disampaing tetap diabservasi oleh perawat  Bapak juga akan  mendapat pengobatan segera bila  ada masalah-masalah lain muncul.”
            Latih keluarga cara-cara merawat klien di rumah termasuk obat.
“Ibu, Obat yang dibeikan dokter ini diminum  sesuai dengan petunjuk dokter, disamping itu ibu   harus dilihat  perkembangan  kondisi bapak ! “

Evalusia :
S : Keluarga mengatakan Bapak H dirawat saja sesuai dengan petunjuk dokter
     - Kami  keluarga akan datang menjenguk bapak H
O : _ Klien diikat dengan rantai besi
A : Keluarga  bersedia merawat Tn. H di rumah sakit
P : Koordinasikan dengan dokter  dan perawat dimana klien yang akan di rawat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar