Minggu, 29 Desember 2013

GANGGUAN KOGNITIF PADA LANSIA

         Gangguan   kognitif  pada  pasien   akan  mempengaruhi  pada  kemampuan  berpikir dan rasional sesorang. Repon kognitif yang ditimbulkan berbeda dan  tergantung pada bagian yang mengalami gangguan. Perubahan dalam perilaku juga  akan terjadi. Pada  kasus demensia akan mengalami respon kognitif yang maladaptip. 

Untuk mengetahui lebih lanjut masalah yang terjadi pada pasien perlu dkaji  lebih lanjut tentang Gangguan kognitif pada pasien. 

          Pemberian asuhan keperawatan yang maksimal dapat membantu pasien  untuk menghadapi masalahnya dan meminimalkan resiko yang akan terjadi. 


GANGGUAN  KOGNITIF


I.  Defenisi : 

     Kognitif  adalah  :  Kemampuan  berpikir  dan  memberikan  rasional,  termasuk      proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan ( Stuart and  Sundeen, 1987. Hal.612). 
Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak, karena kemampuan pasien  untuk berpikir akan dipengaruhi oleh  keadaan otak .
Demensia           :  Demensia merupakan suatu sindroma yang menunjukkan adanya kemunduran intelegensi. Gejala demensia meliputi melemahnya daya ingat dan penilaian, disorientasi waktu dan tempat, serta hilangnya fungsi-fungsi intelek lainnya yang terjadi tanpa gangguan tingkat kesadaran. Sindroma ini dapat terjadi secara cepat atau berangsur pada semua tahapan umur manusia.

Demensia pada usia muda disebut oligofrenia.Demensia dapat dibedakan antara yang dapat dipulihkan dan tidak. Yang tidak dapat pulih biasanya berhubungan dengan otak, antara lain demensia senilis (suatu bentuk kepikunan seperti orang lanjut usia) dan penyakit Alzheimer.
Sementara yang dapat ditangani adalah demensia karena keracunan obat, radang selaput otak, depresi berat, tumor, atau beberapa penyakit ginjal, hati, jantung, dan paru-paru.
Penyempitan pembuluh darah otak, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, merupakan salah satu penyebab demensia pada orang lanjut usia. Sindroma ini disebut demensia aterosklerosis. Kerusakan otak pada demensia jenis ini berjalan secara bertahap. Kehilangan ingatan biasanya merupakan tanda-tanda awal, diikuti dengan keadaan tidak sadar yang berturut-turut dan kepribadian yang berubah.Jenis lainnya adalah demensia prekoks, yang sebenarnya merupakan nama lain untuk skizofrenia, salah satu bentuk kegilaan yang diderita orang dewasa awal. Istilah ini sebetulnya kurang tepat karena tidak semua penderita skizofrenia mengalami demensia.Pada mulanya terdapat banyak kekeliruan dalam penggunaan istilah bagi demensia pada orang-orang usia lanjut dan demensia pada orang yang relatif muda. Pada tahun 1860, istilah demence precose atau demensia prematur diperkenalkan untuk menggambarkan kerusakan intelegensi yang sangat parah pada orang yang relatif muda atau dewasa. Istilah ini kemudian diganti menjadi demensia prekoks. Baru pada tahun 1911, seorang ilmuwan bernama E. Blueler memperkenalkan istilah skizofrenia untuk kelompok tersebut. arp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar