Sabtu, 28 Desember 2013

NYERI VISERA

Nyeri Visera
Serabut nosiseptif aferen visera  berjalan bersama saraf simpatis. Blok  simpatis dapat mengganggu jalur-jalur ini,  begitu pun dengan eferen refleks visero-viseral sehingga dapat menyebabkan iskemia dan spasme dapat mereda. Situasi-situasi dimana blokade (simpatis)  dapat dipertimbangkan antara lain:
1.      Kanker abdomen. Blok pleksus coeliac dengan neurolitik dapat meredakan  nyeri  parsial hingga sempurna terhadap sekitar 70-90% pasien dengan nyeri yang ditimbulkan oleh karsinoma pankreas, lambung, kandung kemih, atau hati (Brown dkk 1987, Eisenberg, dkk 1995). Mercadante  (1993) membandingkan antara blok pleksus coeliac dengan analgesik konvensional terhadap 20 pasien dan menunjukkan efek-efek yang menguntungkan dari kedua  pengobatan ini, meskipun insidens efek sampingnya  lebih tinggi pada  kelompok analgesik sistemik. Nyeri pada keganasan  abdomen lain dan tenesmus rektal akibat karsinoma pelvis juga dapat tertolong (dengan blok simpatis) (Bristow & Foster 1998). Pengggunaan blok neurolitik pada pleksus hipogastrika superior telah digunakan untuk nyeri pelvis  kronis terkait dengan kanker (Plancarte dkk 1999a; Leon Casasola dkk 1993). Blok ganglion pada ujung inferior Sacrum  telah  digunakan untuk  meredakan nyeri perineum pada kanker .
2.      Nyeri abdomen kronis non-maligna. Responnya pada  nyeri ini tidak sama baiknya , hasil  blok pleksus coeliac pada pankreatitis kronis mengecewakan. Blok  simpatis  unilateral pada L1 terkadang dapat  membantu pada sindrom hematuria yang menimbulkan nyeri pada area pubis (loin-pain). Dikatakan bahwa  beberapa sindrom  nyeri perineum kronis  berespon  baik terhadap blok simpatis lumbal  bilateral , dan blok  hipogastrik superior telah digunakan untuk mengatasi sindrom nyeri pelvis kronis non-maligna.
3.      Nyeri abdomen akut.  Mungkin ada beberapa  manfaat blok simpatis dalam mengatasi nyeri  pada  pankreatitis dan kolik  ureter, namun hal ini biasanya  dapat diatasi dengan analgesik sistemik.
4.      Nyeri jantung. Nyeri pada infark miokard akut dan  angina yang tidak terkendali, dapat dihilangkan dengan blok simpatis pada segmen thoraks bagian atas  atau ganglion stelata. 
Blok ganglion stelata digunakan untuk angina yang tidak terkendali sebelum  pembedahan “bypass” jantung dilakukan dan blokade ini semakin banyak digunakan dalam perawatan pembedahan“bypass” jantung saat ini. Endoskopi simpatektomi transthoraks diketahui bermanfaat dalam sebuah penelitian tanpa kontrol yang melibatkan 24 pasien dengan angina  berat (Wettervik dkk 1995).

5.      Penggunaan untuk tujuan perioperatif. Anestesi untuk pembedahan  abdomen  bagian atas dapat dicapai dengan menggunakan kombinasi blok saraf interkostal dan pleksus coeliac.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar