Minggu, 29 Desember 2013

DELIRIUM PADA LANSIA

DELIRIUM
Delirium sering disebut keadaan kebingungan akut dimulai dengan kelam fikir dan berkembang menjadi disorientasi dan perubahan tingkat kesadaran dari stupor samapai aktivitas yang berlebihan . Berfikir menjadi kacau, rentang perhatian secara nyata memendek, halusinasi, waham, ketakutan, ansietas, dan paranoia . Adanya kesamaran atau penggelapan kesadaran, biasanya merupakan suatu serangan akut ( beberapa jam atau beberapa hari. Pasien ini akan muda terganggu atau letargi dengan tingkat aktivitas yang berbeda setiap hari .Karena awitan gejala yang akut dan tidak terduga penyebabnya maka keadaan ini merupakan kegawatan medis sebab dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen.
Etiologi
Delirium merupakan keadaan sekunder akibat berbagai penyebab termasuk penyakit fisik, keracunan/ ketergantungan  obat / alkohol yang bertahan sejak masa muda, dehidrasi, kehilangan hubungan dengan lingkungan dan kerusakan atau kelebihan beban indra.
Lansia sangat peka terhadap kebingungan akut akibat cadangan biologis  mereka hanya sebatas ambang dan banyaknya obat yang harus mereka minum.
Intervensi terapeutik
Tergantung alasan gejalanya :
1. Bila disebabkan karena interaksi obat maka sebaiknya setiap obat yang tidak begitu  penting dihentikan
2. Masukan cairan harus adekuat

3. Anjurkan keluarga untuk berinteraksi baik secara verbal maupun non verbal Untuk meningkatkan orientasi dan memberikan hubungan lingkungan keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar