Sabtu, 28 Desember 2013

INDIKASI BLOK SIMPATIS

Indikasi  blok  simpatis
Penyakit vaskular perifer
Blokade simpatis dapat  digunakan untuk  kondisi-kondisi berikut;
1.      Gangguan vaskuler akut: vasospasme pasca-trauma; oklusi akut pada arteri atau vena; cedera  karena suhu dingin, injeksi obat intra-arterial yang  salah, contohnya  thiopentone atau  penyalahgunaan obat  yang terkontaminasi.
2.      Kondisi  Vasospastik kronis : sindrom Raynaud; acrocyanosis; livedo retikulkaris, gejala  sisa akibat cedera  atau  penyakit pada  medulla spinalis (seperti polio).
3.      Penyakit sumbatan arteri kronis : Tromboangitis obliterans (penyakit Buerger); dan aterosklerosis.
4.      Untuk penggunaan perioperatif : Bedah mikrovaskuler, operasi untuk membuat fistula arteriovena untuk tujuan dialisis.

Namun, tidak ada  uji  kontrol mengenai simpatektomi (dengan bahan) kimia pada  penyakit pembuluh darah perifer dan banyak diantara  bukti-bukti hanya  merupakan  pendapat (anekdot) (Gordon 1994). Sulit untuk memprediksikan  hasil blok pada pasien aterosklerosis. Blok simpatis neurolitik lumbal disinyalir dapat meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan ulkus kulit  pada 65-75% pasien aterosklerosis meski prosedurnya  kurang  menguntungkan  untuk  dilakukan. Hal ini disebabkan  karena simpatektomi dapat meningkatkan aliran darah ke kulit, namun tidak memperbaiki aliran nutrisi ke otot. Namun, Gleim dkk (1995) tidak sependapat dengan pandangan ini dan mereka melaporkan hilangnya rasa nyeri dalam waktu singkat dan bertahan lama secara signifikan pada saat pasien berjalan jauh setelah dilakukan blok simpatis lumbal dengan neurolitik. Efek ini dapat berlangsung  sampai 6-9 bulan dan selama kurun waktu ini dapat terbentuk sirkulasi kolateral pada pasien.

Hasil ini sebanding dengan simpatektomi melalui pembedahan, namun  dengan morbiditas dan  mortalitas yang lebih rendah. Pada prosedur amputasi, blok simpatis  preoperatif dapat membantu menentukan  batas-batas  viabilitas  jaringan, dan juga  mempercepat  penyembuhan ujung luka  amputasi namun  hanya sedikit bukti yang mendukung pendapat umum selama ini bahwa bahwa blok epidural preoperatif dapat menghilangkan nyeri pada ujung luka amputasi atau nyeri phantom setelah amputasi. (Nikolasjen & Jensen 2001). Nyeri luka amputasi atau nyeri phantom ini terkadang dibantu oleh blokade simpatis; namun pengobatannya secara umum sulit dan tidak memuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar