Rabu, 18 Desember 2013

RESUME LANJUT USIA SCHIZOFRENIA CRONIK



RESUME LANJUT USIA 


 




Tanggal  Masuk RS. : tahun 1999
Tgl. Pengkajian         :  27 Maret 2003
No. Register               : 908499
Diagnosa Medis         : Schizofrenia cronik


Nama Ny. S , umur 70 tahun,  yang membawa klien ke RS. Ada  H. A keponakan klien, suami klien sudah meninggal  4 tahun lalu,  klien mempunyai satu orang  anak , sekarang tinggal di  Balik Papan,  orang yang paling  dekat dengan klien adalah anaknya,  selama berada di RS. tidak ada yang menjenguk, klien mengatakan ia selalu ingat anaknya  dan bayang-bayang anaknya selalu muncul pada saat dia akan tidur dan selalu memimpikannya, Klien mengatakan “saya tidak bisa lagi ketemu anak saya karena dia jauh,  di rumah klien sering  berteriak  bila permintaannya tidak dipenuhi, saat wawancara penampilan klien rapih dan bersih rambut pendek dan beruban , TB. 141 cm, BB 34 kg,  klien beragama islam, selama di RS. Klien tidak pernah melaksankan shalat  karena tidak ada mukenanya,   daya ingat klien menurun











Lembaran perbaikan :
Pohon Masalah :

Masalah Keperawatan :
  1. Keputus asaan
  2. Harga diri rendah
  3. Ideal diri tidak realistis
Diagnosa Keperawatan :
  1. Keputusan asahan berhubungan dengan harga diri  rendah
  2. Gangguan harga diri : harga diri rendah berhubngan dengan ideal diri tidak realistis

Rencana Tindakan Keperawatan:
TUM:
Klien dapat menerima proses kehilangan dan tidak  terjadi reaksi maladaptive
TUK :
  1. Klien dapat  membina hubungan saling percay dengan perawat
  2. Klien dapat mengenal respon kehilangan
  3. Klien dapat mengidentifikasi koping yang konstruktif  dan destruktif
  4. Klien dapat menggunakan koping yang konstruktif

Intervensi :
1.1.  Bina hubungan saling percaya
-          salam terapetik
-          perkenalkan diri
-          Jelaskan tujuan intereaksi
-          Buat kontrak yang jelas
-          Tepat waktu
1.2.  Tentukan pada tahap berduka mana pasien terfiksasi. Identifikasi perilaku-perilaku  yang berhubungan dengan tahap ini
1.3.  Perhatikan sikap menerima dan membolehkan  pasien mengekspresikan perasaannya secara terbuka
1.4.  Ajarkan tentang tahap-tahap berduka yang normal dan perilaku yang berhubungan dengan  setiap tahap. Bantu pasien  untuk mengerti bahwa  perasaan seperti  rasa bersalah  terhadap proses kehilangan adalah perasaan wajar  dan dapat diterima selama proses berduka
1.5.  Komunikasikan pada pasien  bahwa menangis  merupakan hal yang dapat diterima. Menggunakan sentuhan  merupakan hal yang terapetik.
1.6.  Bantu pasien dalam pemecahan  masalahnya sebagai  usaha untuk menentukan  metode-metode koping yang lebih adaptif terhadap pengalaman kehilangan

Implementasi tanggal, 27 Maret 2003 jam.  11.15-11.30
  • Salam terapetik “ Selamat siang Bu…(tersenyum , membungkuk)
-          memperkenalkan diri
-          berjabat tangan
-          duduk bersebelahan dengan klien
-          membuat kontrak
-          menunjukan sikap empati
“ Nama saya Irham, saya mahasiswa keperawatan Unhas, saya berpraktek  di RS selama 4 minggu, dari hari Senin  sampai Sabtu, Nama ibu siapa………. Dan suka dipanggil apa?..bersama perawat disini saya  akan datang merawat ibu , Bagaimana perasaan Ibu  sekarang , dan apakah ada yang ibu fikirkan?...... saya akan berusaha membantu ibu.

Evaluasi :
S : Selamat siang Nak, nama saya  Sarifah
O : Bicara jelas, suara pelan, ekspresi agak sedih, kontak mata baaik
A  : Hubungan saling percaya mulai terbina
P   : Hubungan saling percaya di tingkatkan, lanjutkan dengan TUK  2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar