Tampilkan postingan dengan label ILMU GIZI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU GIZI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

CEREBRAL PALSY


cerebral palsy


DEFINISI

cerebral palsy (cp, kelumpuhan otak besar) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya.

cp bukan merupakan penyakit dan tidak bersifat progresif (semakin memburuk).
pada bayi dan bayi prematur, bagian otak yang mengendalikan pergerakan otot sangat rentan terhadap cedera
cp terjadi pada 1-2 dari 1.000 bayi, tetapi 10 kali lebih sering ditemukan pada bayi prematur dan lebih sering ditemukan pada bayi yang sangat kecil.

ASAM LEMAK ESENSIAL


asam lemak esensial

asam lemak esensial terdiri dari:
- asam linoleat
- asam linolenat
- asam arakidonat
- asam eikopentaenoat
- asam dokosaheksaenoat.
asam lemak esensial harus terkandung di dalam makanan sehari-hari.

di dalam tubuh, asam arakidonat bisa dibuat dari asam linoleat; asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksaenoat dapat dibuat dari asam linolenat.
asam linoleat dan asam linolenat bisa ditemukan dalam minyak sayur (misalnya minyak jagung, minyak biji kapas dan minyak kadang kedele); sedangkan asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksaenoat ditemukan dalam minyak ikan.

asam lemak esensial penting untuk berbagai proses fisiologis, termasuk mempertahankan keutuhan kulit dan struktur selaput sel serta mensintesa senyawa biologis aktif yang penting (misalnya prostaglandin dan leukotrien).
beberapa penelitian menyebutkan bahwa asam lemak esensial penting untuk perkembangan penglihatan yang normal pada bayi.

kekurangan asam linoleat bisa terjadi pada bayi yang susu formulanya mengandung sedikit asam lemak tak jenuh ganda.
gejalanya berupa kulit kering dan bersisik yang kemudian akan mengelupas. dari lipatan kulit (terutama di sekitar anus) keluar cairan yang menyerupai nanah.

kekurangan asam lemak esensial juga dapat menyebabkan perubahan yang berarti pada proses metabolisme, yang mempengaruhi kandungan lemak dalam darah, fungsi trombosit, respon peradangan dan respon kekebalan tertentu.
gejala yang sama dapat ditemukan pada pasen yang menerima makanan melalui infus dalam jangka panjang tetapi tidak mendapatkan asam lemak esensial.
jika asam linolenat tidak terkandung dalam makanan yang diberikan melalui infus jangka panjang, maka akan terjadi komplikasi neurologis berupa mati rasa, kelemahan, tidak dapat berjalan, nyeri tungkai dan pandangan kabur, disertai kadar asam linolenat yang sangat rendah dalam darah.
gejala-gejala tersebut akan menghilang setelah diberikan asam linolenat.

DEFENISI KEKURANGAN VITAMIN K DAN E



kekurangan vitamin e

kekurangan vitamin e relatif sering dijumpai pada bayi prematur karena penghantaran vitamin-vitamin yang larut dalam lemak oleh plasenta tidak berlangsung terlalu baik dan keadaan ini semakin diperburuk oleh prematuritas bayi.
susu formula yang kaya akan asam lemak tak jenuh ganda menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan vitamin e, terutama pada bayi prematur yang tidak mampu menyerap vitamin e.

kekurangan vitamin e juga bisa terjadi pada anak-anak yang menderita penyakit yang menyebabkan gangguan penyerapan lemak, seperti fibrosis kistik dan kelainan genetik tertentu.
pemberian zat besi yang berlebihan juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin e.

bayi prematur yang menderita kekurangan vitamin e, pada usia 6-10 minggu bisa mengalami kelemahan otot disertai anemia hemolitik, akibat berkurangnya kadar vitamin e dalam darah.
hal ini bisa diatasi dengan pemberian vitamin e.

kekurangan vitamin e memegang peran penting dalam terjadinya retinopati pada prematuritas, yaitu suatu kelainan mata yang akan semakin memburuk jika bayi terkena oksigen kadar tinggi di dalam inkubator.

anak-nak yang menderita malabsorbsi usus bisa mengalami kekurangan vitamin e yang berat, yang menyebabkan sejumlah gejala neurologis (saraf), seperti berkurangnya refleks, kesulitan dalam berjalan, penglihatan ganda, hilangnya sensasi posisi dan kelemahan otot.
gejala-gejala tersebut akan memburuk secara progresif, tetapi dapat diatasi dengan pengobatan.


kekurangan vitamin k


pada bayi baru lahir, bentuk kekurangan vitamin k yang sering ditemukan adalah penyakit hemoragik pada bayi baru lahir. penyakit ini terjadi karena:
·  plasenta tidak terlalu baik dalam menghantarkan lemak (termasuk vitamin yang larut dalam lemak)
·  hati bayi yang baru lahir masih kurang matang untuk menghasilkan sejumlah protrombin (salah satu faktor pembekuan darah)
·  air susu ibu mengandung sedikit vitamin k, yaitu hanya 1-3 mikrogram/l, sedangkan susu sapi mengandung 5-10 mikrogram/l
·  pada beberapa hari pertama kehidupan bayi, di dalam ususnya belum ditemukan bakteri penghasil vitamin k.

penyakit hemoragik pada bayi baru lahir biasanya terjadi pada hari ke 1-7.
gejalanya berupa perdarahan di dalam kulit, di dalam lambung atau di dalam dada. pada kasus yang sangat berat, perdarahan bisa terjadi di dalam otak.

penyakit hemoragik lanjut timbul pada usia 1-3 bulan dan menyebabkan gejala yang sama dengan penyakit hemoragik pada bayi baru lahir.
penyakit ini biasanya berhubungan dengan malabsorbsi atau penyakit hati.

angka kejadian kedua penyakit hemoragik tersebut meningkat pada bayi-bayi yang ketika masih berada dalam kandungan, ibunya mengkonsumsi:
- obat anti-kejang hidantoin (misalnya phenitoin)
- antibiotik cephalosporin
- antikoagulan kumarin (misalnya warfarin).

untuk mencegah terjadinya penyakit hemoragik pada bayi baru lahir, dianjurkan untuk memberikan suntikan vitamin k melalui otot dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. pemberian melalui mulut tidak dianjurkan karena penyerapannya bervariasi dan keberadaanya di dalam tubuh tidak dapat diramalkan.


DEFENISI MALNUTRISI


kekurangan gizi (malnutrisi) merupakan penyebab kematian dan kesakitan pada anak-anak.
kekurangan gizi bisa disebabkan oleh kurangnya asupan gizi atau ketidakmampuan tubuh untuk menyerap atau memetabolisir zat gizi.
kekurangan gizi bisa terjadi ketika kebutuhan akan zat-zat gizi yang penting meningkat, misalnya pada saat mengalami stres, infeksi, cedera atau penyakit.

kekurangan kalori protein (kkp) merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang paling serius. kkp terjadi pada bayi akibat tidak adekuatnya masa menyusui ataupun masa menyapih.
kkp relatif sering ditemukan di negara-negara berkembang; di negara maju, bentuk kkp yang lebih ringan ditemukan pada keluarga misikin.

sebagai bagian dari perawatan anak rutin, dokter akan menanyakan kepada orang tua maupun anak mengenai makanan dan intoleransi terhadap makanan serta memeriksa anak untuk mencari tanda-tanda dari kekurangan gizi atau kelainan yang mempengaruhi keadaan gizi (misalnya malabsorbsi, penyakit ginjal, diare, kelainan metabolik, kelainan genetik).
pertumbuhan anak dinilai melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan dan membandingkannya dengan grafik pertumbuhan yang normal.
jika diduga terjadi malnutrisi, untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan darah atau air kemih guna mengukur kadar zat gizi.