asam lemak esensial
asam lemak esensial terdiri dari:
- asam linoleat
- asam linolenat
- asam arakidonat
- asam eikopentaenoat
- asam dokosaheksaenoat.
asam lemak esensial harus terkandung di dalam makanan sehari-hari.
di dalam tubuh, asam arakidonat bisa dibuat dari asam linoleat; asam
eikosapentanoat dan asam dokosaheksaenoat dapat dibuat dari asam linolenat.
asam linoleat dan asam linolenat bisa ditemukan dalam minyak sayur (misalnya
minyak jagung, minyak biji kapas dan minyak kadang kedele); sedangkan asam
eikosapentanoat dan asam dokosaheksaenoat ditemukan dalam minyak ikan.
asam lemak esensial penting untuk berbagai proses fisiologis, termasuk
mempertahankan keutuhan kulit dan struktur selaput sel serta mensintesa senyawa
biologis aktif yang penting (misalnya prostaglandin dan leukotrien).
beberapa penelitian menyebutkan bahwa asam lemak esensial penting untuk perkembangan
penglihatan yang normal pada bayi.
kekurangan asam linoleat bisa terjadi pada bayi yang susu formulanya mengandung
sedikit asam lemak tak jenuh ganda.
gejalanya berupa kulit kering dan bersisik yang kemudian akan mengelupas. dari
lipatan kulit (terutama di sekitar anus) keluar cairan yang menyerupai
nanah.
kekurangan asam lemak esensial juga dapat menyebabkan perubahan yang berarti
pada proses metabolisme, yang mempengaruhi kandungan lemak dalam darah, fungsi trombosit,
respon peradangan dan respon kekebalan tertentu.
gejala yang sama dapat ditemukan pada pasen yang menerima makanan melalui infus
dalam jangka panjang tetapi tidak mendapatkan asam lemak esensial.
jika asam linolenat tidak terkandung dalam makanan yang diberikan melalui infus
jangka panjang, maka akan terjadi komplikasi neurologis berupa mati rasa,
kelemahan, tidak dapat berjalan, nyeri tungkai dan pandangan kabur, disertai
kadar asam linolenat yang sangat rendah dalam darah.
gejala-gejala tersebut akan menghilang setelah diberikan asam linolenat.