Tampilkan postingan dengan label OK SENTRAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OK SENTRAL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2013

MANAJEMEN PENYEMBUHAN LUKA POST OPERASI

Luka
Adalah : Terputusnya/ sobeknya jaringan karena gangguan fisik,mekanik,suhu yang timbul karena adanya penyaki medik atau gangguan fisiologi
Ulkus adalah : luka kronik, luka yang tidak sembuh, dan sering akibat dari infeksi atau penurunan aliran darah
1.       Jenis luka berdasarkan proses penyembuhan
                        Pemilihan Dressing untuk luka terbuka tergantung pada beberapa faktor, yaitu :
ü  Warna luka
ü  Jumlah Drainage
ü  Kedalaman luka
2.       Proses penyembuhan luka
a)       Proses Inflamasi /Fase defensif
~ Berlangsung  4 – 6 hari
~ Aktivasi faktor pembekuan,  pembentukan fibrin & agregasi platelet
b)       Fase proliferasi
Pembentukan jaringan baru melalui proses granulasi & epitelisasi
c)       Fase maturasi / remodeling
~ Proses pembentukan kemabali melalui penutupan luka
~ Proses dapat berlangsung selama 1 tahun
3.       Faktor yang menghambat penyembuhan luka
a)       Faktor sistemik :
Umur,genetik,nutrisi,defisiensi protein,    
vitamin, diabetes, steroid
b)       Faktor lokal :
Ukuran luka ,kedalaman luka,lokasi   
luka, lokal infeksi, pengobatan
c)       Infeksi luka operasi superfisial
            Kriteria :
  1. Terjadi dalam waktu 30 hari paska operasi atau 1 tahun  untuk implant
  2. Meliputi jaringan kulit epidermis,dermis dan subkutan
  3. Ditemukan salah satu tanda dibawah ini :
§  Pus keluar dari luka operasi
§  Positif ditemukan pada hasil kultur pus/jaringan luka
§  Adanya salah satu tanda : panas didaerah sekitar luka,  nyeri okasi, kecuali hasil biakan negatif
§  Dinyatakan sebagi ILO oleh dokter bedahnya
d)      Infeksi luka operasi dalam ( profunda )
            Kriteria :
1.      Terjadi dalam waktu 30 hari setelah  operasi atau 1 tahun bila implant
2.      Meliputi jaringan dalam : otot, fasia
3.      Ditemukan salah satu tanda :
a)    Pus Terjadi dalam waktu 30 hari paska bedah atau 1 tahun bila implant
b)    Terjadi pada organ tubuh
c)    Ditemukan sedikitnya salah satu tanda :
§  keluar dari luka operasi
§  Demam > 38 derajat Celsius, nyeri lokal,
§  kecuali bila hasil  biakan negatif
§  Adanya abses dalam hasil pemeriksaan   
§  histopatologi
§  Dinyatakan sebagai ILO oleh dokter bedahnya
e)       Infeksi luka operasi organ/ rongga
              Kriteria :
o  Pus keluar dari drain  yang berasal dari organ
o  Hasil biakan cairan/pus positif
o  Ditemukan abses pada pemeriksaan langsung atau
pemeriksaan histopatologi
o  Dokter bedahnya menyatakan sebagai ILO organ



Terima Kasih


DRESSING

             Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa luka insisi operasi yang bersih dapat pulih dengan baik harus menggunakan dressing yang tepat agar dapat menyerap drainase untuk mencegah terkumpulnya eksudat yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan maserasi di sekeliling kulit. Dressing sebaiknya antara 24 – 48 jam pertama. Kemungkinan infeksi pada permukaan luka dpat terjadi pada 2-3 hari pertama.
Dressing dibuat atau di desain untuk tujuan tertentu dengan keuntungan masing-masing, seperti :
-    Dressing alginate (bahan dari ganggang laut),    dirancang untuk mengontrol lingkungan luka         dan    meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi
-    Dressing Polyurethare, berbentuk selaput tipis     untuk menutup luka superfisial (optimal   digunakan         dlm 2 jam setelah insisi dan     ditempelkan       selama minimal 24 jam.
Kedua contoh dressing diatas bisa mempertahankan kelembapan luka, menghambat pembentukan kerak, mengurangi nyeri dan inflamasi, mencegah kontaminasi
2.    Tujuan penggunaan Dressing
§  Menutup & melindungi luka dari trauma & kontaminasi
§   Menyerap cairan
§  Membalut & mengimobilisasi daerah/ area insisi
§  Membantu proses hemostasis.
§  Memberi tekanan untuk mengurangi edema.
§  Mengurangi nyeri & memberikan kenyaman pada pasien.
§  Sirkulasi udara baik
§  Nilai estetika
3.    Klasifikasi Dressing untuk luka post operasi
          Ketentuan pemilihan jenis Dressing :
1.           Jenis luka
2.           Proses penyembuhan luka : primary, Secondary atau Tertiary intention
3.           Jumlah cairan eksudat
4.           Lokasi luka
4.   Dressing yang dianjurkan
·       Dressing dengan daya serap/ absorpsi minimal
·       Mencegah  luka  terkontaminasi dari luar
·       Mencegah terjadinya trauma saat dressing dibuka/diganti
·       Rekomendasi CDC :Penyembuhan luka post operasi tertutup (primary intention)
·       Gunakan dressing steril untuk menutup luka selama 24 – 48 jam post operasi.
·       Gunakan tekhnik steril dalam penggantian dressing.
·          Tidak ada rekomendasi diteruskan penggunaan dressing setalah  24 – 48 jam, dan tidak ada rekomendasi  batasan waktu kapan luka boleh terkena air ( mandi ) pada luka yang tidak tertutup.
5.    Contoh Gauze Dressings ( Kain Kassa )
Bahan :
§  Katun atau sintetis
§  Berupa anyaman atau bukan anyaman
§  Berupa bantalan , lembaran atau gulungan
Sifat:
§  Berbagai bentuk
§  Menyerap
§  Permiabel
Kegunaan :
§  Untuk insisi tertutup
§  “Basah ke kering”
§  Bahan penutup diatas luka
6.    Contoh Dressing Transparan
Kriteria :
1.    Tipis dan transparan
2.    Terbuat dari bahan yang dapat dilalui oleh oksigen  dan uap air, bukan air atau bakteri.(mis; poliuretan)
3.    Daya rekat kuat, hipoalergi dan tahan air ( mis : akrilat)
4.    Bantalan dapat menyerap darah & eksudat, tetapi tidak lengket ( Mis : polietilen)
5.    Kertas penutup harus kuat agar tidak mudah sobek/bocor
Keuntungan penggunaan Dressing Transparan
·      Mengurangi nyeri, meningkatkan kenyamanan
·      Mempercepat penyembuhan luka
·      Menghemat waktu & biaya
7.       Yang harus diperhatikan dalam perawatan luka dengan dressing
q Cuci tangan, Gunakan antiseptik sebelum dan sesudah mengganti dressing.
q Pilihlah antiseptik dengan bahan aktif chlorhexidine 2 %, dengan bahan dasar alkohol, serta mengandung pelembab.( Rekomendasi AORN )

JENIS ALAT TENUN DRAPPING

JENIS ALAT TENUN UNTUK DRAPPING
    1. Laken besar berlubang
    2. Laken besar
    3. Pembungkus alat instrument
    4. Alas meja dorong (trolley)
    5. Laken bolong kecil
    6. Laken kecil
    7. Jas operasi
UKURAN ALAT TENUN UNTUK DRAPPING
1.      Sarung meja mayo                              80cm x  55cm
  1. Sarung kaki                                        140cm x  60cm
  2. Sarung couter                                                  10cm x 200cm
  3. Duk kecil berlobang                            80cm x  80cm
  4. Duk kecil                                            146cm x 140cm
  5. Laken besar dan Laken besar lobang        250cm x 180cm
  6. Pembungkus instrumen                               100cm x 100cm
  7. Penutup meja operasi                                  250cm x 180cm
  8. Pembungkus linen/waskom                        150cm x 150cm


DRAPPING


DRAPPING

Pengertian
Adalah suatu prosedur penutupan pasien yang sudah berada diatas meja operasi dengan menggunakan tenun steril, dengan tujuan memberi batas tegas daerah steril pada pasien setelah permukaan kulit di desinfeksi
Ø  Drapping tidak hanya meliputi pasien dan daerah pembedahan, tapi juga meliputi semua permukaan dimana alat-alat steril akan diletakkan.
Tujuan Drapping
            Untuk menyiapkan lapangan operasi yang steril dengan menempatkan drap diatas pasien, sehingga yang terlihat hanya area yang akan dilakukan insisi pembedahan.
Prinsip Drapping
¨  Dilakukan dengan teliti dan hati-hati
¨  Scrub Nurse paham akan prosedur tindakan
¨  Drapping tidak boleh dipindah-pindah
¨  Gunakan duk klem untuk fixasi sudut duk
¨  Tim bedah yang steril harus menghadap ke area insisi pembedahan
¨  Bila alat tenun steril terkontaminasi harus diganti
¨  Sekitar lantai tidak boleh ada genangan air
¨  Hindari mengibas alat tenun steril terlalu tinggi
¨  Pada saat drapping hindari menyentuh kulit pasien
¨  Jika ada yang jatuh dibawah batas pinggang jangan diambil
¨  Jika ragu-ragu terhadap sterilisasi tenun, maka alat tenun tersebut harus dinyatakan sudah terkontaminasi