Tampilkan postingan dengan label SISTEM PREDARAN DARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SISTEM PREDARAN DARAH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2014

INTERVENSI DAN RASIONAL ASKEP HIPERTENSI

Intervensi dan Rasional
1)      Penurunan curah hujan jantung b/d Hipertrofi ventrikel kiri kemungkinan d/d peningkatan tekanan darah sitematik

  Intervensi
a)   Pantau tekanan darah
R/ : Perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang keterlibatan atau bidang masalah vascular.
b)   Catat edema umum/tertentu
R/ : Dapat mengindikasikan gaga) jantung, kerusakan ginjal atau vascular.
c)   Berikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas/ keributan lingkungan. Batasi jumlah pengunjung.
R/ : Membantu menurunkan rangsangan simpatis dan meningkatkan relaksasi.
d)   Anjurkan tehnik relaksasi, panduan imajinasi, aktivitas pengalihan.
R/ : Dapat menurunkan rangsangan yang menimbulkan stress, membuat efek tenang, sehingga menurunkan tekanan darah.
e)   Berikan pembatasan cairan dan diet Na sesuai indikasi
R/ : Pembatasan ini dapat menangani retensi cairan dengan respon hipertensi dengan demikian menurunkan beban kerja jantung.
f)    Kolaborasi pemberian obat antihipertensi
R/ : pemberian obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah agar kembali normal.
g) Slapkan untuk pembedahan bila ada infeksi
R/ : Bila hipertensi berhubungan dengan adanya feokmositoma maka pengangkatan tumor akan memperbaiki kondisi.

DIAGNOSA KEPERAWATAN HIPERTENSI

Diagnosa Keperawatan
v Penurunan curah hujan jantung b/d hipertrofi ventrikel kiri
v Pola nafas tidak efektif b/d udema pada paru
v Kelebihan volume cairan b/d volume plasma meningkat
v Nyeri b/d peningkatan tekanan intracranial
v Gangguan pola tidur b/d nyeri
v  Intoleransi aktifitas b/d suplai O2 kejaringan berkurang
v Gangguan eliminasi BAK (oliguri) b/d retensi Na dan H2O meningkat
v Ancietas b/d perubahan status kesehatan

v Kurang pengetahuan b/d kurang informasi

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK HIPERTENSI

Pemeriksaan Diagnostik
a.     Hemoglobin Hematokrit
Bukan diagnostic tetapi mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan (viskositas) dan dapat mengindikasikan faktor-faktor resiko seperti hiperkoagulabilitas, anemia.
b.     BUN/Kreatinin
Memberikan informasi tentang perfusi/fungsi ginjal
c.     Glukosa
Hiperglikemia (diabetes nitilitus adalah pencetus hipertensi) dapat diakibatkan oleh peningkatan kadar katekolamin (meningkatkan hipertensi)
d.     Kalium Serum
Hipokalemia dapat mengindikasikannya aldosteron utama (penyebab) atau menjadi efek samping terapi deuretik
e.     Kalsium Serum
Peningkatan kadar kalsium serum dapat meningkatkan hipertensi
f.      Kolestrol don Trigeliserido Serum
Peningkatan kadar dapat mengindikasikan pencetus untuk/adanya pembentukan plak ateromatosa (efek kardiovaskular).
g.     Pemeriksaan Tiroid

Hipertiroidisme dapat menimbulkan vasokontriksi dan hipertensi

PENGKAJIAN HIPERTENSI

TINJAUAN KEPERAWATAN
1. Data Dasar Pengkajian
Aktivitas/istirahat
Gejala kelemahan, letih, nafas pendek, gays hidup monoton.
Tanda frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea.
Sirkulasi
Gejala : riwayat hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, penyakit cerebrospinal.
Tanda : kenaikan tekanan darah.
Integritas Ego
Gejala : riwayat perubahan kepribadian, ancietas, depresi, euphoria/march kronik. Faktor­faktor stress multiple (hubungan, keuangan, pekerjaan)
Tanda : letupan-letupan suasana hati, gelisahg, penyempitan kontinu perhatian, tangisan yang meledak. Gerakan tangan empati, otot muka tegang (sekitar mats), gerakan fisik cepat, pernapasan menghela, peningkatan pola bicara.
Keamanan
Gejala/keluhan : gangguan koordinasi/cara berjalan, episode paraestasia unilateral transient postural.

Pembelajaran/penyuluhan
Gejala : faktor-faktor resiko keluarga, hipertensi aterosklerosis, penyakit jantung, DM, penyakit cerebrovaskular/ginjal. Penggunaan obat atau alkohol.
Pertimbangan rencana
Pemulangan : bantuan dengan pemantauan tekanan darah, perubahan dalam terapi obat. Makanan/cairan
Gejala : makan makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol.
Mual – muntah
Perubahan berat badan (meningkat atau menurun)
Tanda : berat badan normal atau obsitas.
Adanya edema; konesti vena, DJV ,elikosuria (hampir 10% pasien hipertensi adalah diabetes)
Neurosensori
Gejala : keluhan pening/ pusing.
Berdenyut. Sakit kepala suboksipital (saat bangun menghilang secara spontan setelah beberapa jam)
Episode kebas /kelemahan pada satu sisi tubu.
Gangguan penglihatan (diplopia; penglihatan kabur)
Episode epistaksis.
Tanda : status mental; perubahan keterjagaan, orientasi, pola/isi bicara, afek, proses pikir, memori/ingatan.
Respon motorik; penurunan kekuatan genggaman tangan/reflex tendon dalam. Perubahan retinal optic; selerosis/penyempitan arteri ringan sampai berat dan perubahan skerotik dengan edema/papiledema, eksudat, dan homoragi tergantung pada berat/lamanya hipertensi.
Nyeril ketidaknyamanan
Gejala : angina pectoris (penyakit arteri koroner/keterlibatan jantung)

PENATALAKSANAAN TERAPI HIPERTENSI

Penatalaksanaan
1. Non farmakologi
·            Diet pembatasan atau pengurangan konsumsi garam.
·            Berhenti merokok untuk mengurangi efek jangka panjang hipertensi.
·            Disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan dengan batasan medis dan sesuai dengan kemampuan, seperti berjalan, jogging, bersepeda atau berenang.
2. Farmakologi
a) Pemberian obat antihipertensi
Secara garis besar terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian atau pemilihan obat antihipertensi.
1.     Mempunyai efektifitas yang tinggi.
2.     Mempunyai toksititas dan efek samping yang ringan atau minimal.
3.     Memungkinkan penggunaan obat secara oral.
4.     Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.
5.     Memungkinkan penggunaan jangka panjang.
Golongan obat-obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi, seperti golongan
-      Betabloker
-      Diuretic

-      Antagonis kalsium

MANIFESTASI KLINIK HIPERTENSI

-Manifestasi klinik :
Nyeri kepala saat terjaga, kadang-kadang disertai mual dan muntah akibat
v  Ayunan langkah yang tidak mantap karena kerusakan syaraf pusat.
v  Sukar tidur.
v  Pusing/migraine.
v  Sakit kepala.


DEFENISI HIPERTENSI

Defenisi
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan diastolic (bagian bawah / 140/90 mmHg).
2.      Etiologi
Menurut penyebabnya dibagi atas 2, yaitu:
a) Hipertensi primer
Terdiri atas:
v  Faktor genetik
v  Kehilangan elastisitas pembuluh darah dari ateroskletosis aorta dan pembuluh besar lainnya.
b) Hipertensi sekunder
v  Obesitas yang berhubungan dengan kadar insulin yang tinggi.
v  Stress emosional
v  Life style : merokok dan minum minuman keras.
v  Konsumsi garam berlebihan
v  Akibat penyakit penyerta, contoh : penyakit ginjal, endokrom, kehamilan.
3.      Patofisiologi

Perjalanan penyakit hipertensi sangat perlahan. Penderita hipertensi tak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Bila terdapat gejala, sifatnya nonspesifik, misalnya sakit kepala atau pusing. Jika hipertensi tetap tidak diketahui dan tidak dirawat, maka akan mengakibatkan kematian karena payah jantung, infrak miokardium, stroke,