Selasa, 17 Desember 2013

DIARE PADA BAYI



diare

bayi baru lahir biasanya melakukan buang air besar sebanyak 4-6 kali/hari. bayi yang mendapatkan asi cenderung sering mengeluarkan tinja berbusa, terutama jika belum mendapatkan makanan padat.
yang perlu mendapat perhatian adalah jika bayi memiliki nafsu makan yang jelek, muntah, berat badannya menurun, berat badannya tidak bertambah atau tinjanya mengandung darah.

infeksi bakteri atau virus bisa menyebabkan diare hebat. diare akut pada byi paling sering disebakan oleh infeksi.

diare ringan yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan bisa disebabkan oleh:
·  penyakit seliak : suatu penyakit keturunan, dimana gluten (protein di dalam gandum) menyebabkan terjadinya reaksi alergi pada lapisan dalam usus sehingga penyerapan lemak menjadi jelek.
penyakit seliak menyebabkan malnutrisi, nafsu makan yang buruk dan tinja berbau busuk yang berwarna pucat.
untuk mengatasi penyakit ini, penderita tidak boleh mengkonsumsi segala jenis gandum.
·  fibrosis kistik : suatu penyakit keturunan, dimana terjadi gangguan fungsi beberapa organ, termasuk pankreas.
pankreas tidak menghasilkan sejumlah enzim yang cukup untuk mencerna protein dan lemak. tanpa enzim pencernaan yang sesuai, tubuh akan membuang banyak protein dan lemak dalam tinjanya, sehingga terjadi malnutrisi dan hambatan pertumbuhan. tinjanya sangat banyak dan berbau busuk.
untuk mengobatinya diberikan ekstrak pankreas.
·  malabsorbsi gula, terjadi pada bayi yang mengalami kekurangan enzim usus tertentu untuk mencerna gula tertentu, misalnya enzim laktase untuk mencerna laktosa.
infeksi usus menyebabkan kekurangan enzim yang sifatnya sementara, sedangkan penyakit keturunan menyebabkan kekurangan enzim yang sifatnya permanen.
keadaan ini bisa diatasi dengan tidak mengkonsumsi gula tertentu.
·  alergi susu kadang menyebabkan diare, muntah dan darah dalam tinja. gejalanya akan menghilang jika susu formula diganti oleh susu kedelai. tetapi beberapa bayi yang alergi terhadap susu formula juga alergi terhadap susu kedelai. bayi hampir tidak pernah alergi terhadap asi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar